Sering Dikunjungi

  • Mahasiswa Teknik Informatika Bingung Mau Kerja Apa? Simak 7 Pekerjaan Lulusan Teknik Informatika Dengan Gaji Paling Besar

    • Umar Khalil
    • 26 Jul, 2022
  • HIMATIF UNIMAL BERSAMA PERMIKOMNAS WILAYAH 1 AKAN MENGOPTIMAL ARTIFICIAL INTELIGENT (AI)

    • Umar Khalil
    • 26 Jul, 2022
  • MAHASISWA KKN PPM 114 UNIVERSITAS MALIKUSSALEH IKUT SERTA MENYUKSESKAN MAULID NABI DAN MEMBUAT WEB DESA ALUE AWE

    • Umar Khalil
    • 26 Jul, 2022

Tag

  • Migas
  • Kampus
  • Iptek
  • Sekolah
  • Publik

Follow Us

  • Kontak
  • Redaksi
  • Ketentuan dan Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Tentang
Login | Daftar
  • Home
  • News
  • Edukasi
    • Iptek
    • Kampus
    • Publik
    • Sekolah
  • Sosok
  • Lintas Desa
  • Lainnya
    • Wisata
    • Lensa
    • Storia
    • Galeri
    • Opini
    • Home
    • Blog
    • Buya Maarif: Kalau Rakyat Aceh Terluka, Aku pun Terluka
    Storia

    Buya Maarif: Kalau Rakyat Aceh Terluka, Aku pun...

    • Ramadhana AB
    • Jul 25, 2022
    • 0
    • 2 min read
    • Last Updated At : Oct 08, 2026

    Marjinal.id - Sikap yang diambil Ahmad Syafii Maarif atas pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka cukup jelas. Pertama, dia tak setuju GAM memisahkan Aceh dari Indonesia. Kedua, dia mengutuk setiap kekerasan yang dilakukan TNI terhadap rakyat karena tindakan demikian adalah kejahatan, bukan suatu keadilan.

    Selama konflik Aceh, Buya Maarif senantiasa menasihati semua orang bahwa tiada manfaat yang akan datang dari saling bunuh sesama anak bangsa. Semakin banyak yang akan terluka kalau perang tak lekas disudahi.

    Bagi Buya Maarif, konflik Aceh harus diselesaikan dengan pembicaraan baik-baik. Tidak boleh menonjolkan bentakan, senjata, peluru, atau kekerasan. Dan sekiranya diminta menengahi pertikaian antara GAM dengan Jakarta, dia bersedia.

    “Apabila memang diperlukan, kami bersedia melakukan pertemuan dengan GAM dan dengan pihak manapun dalam rangka penyelesaian Aceh secara damai. Tidak dengan kekerasan,” katanya (Aceh dalam Berita Antara, 2004: 21).

    Membunuh rakyat Aceh berarti membunuh “pemilik sah Republik yang besar ini”. Buya Maarif sadar, berkat seruan ulama-ulama karismatik Acehlah rakyat mau bergerak untuk menyokong kemerdekaan Indonesia. Pengorbanan rakyat Aceh untuk Indonesia amat tinggi nilainya, karena dimohon langsung oleh Presiden Sukarno.

    Dalam Tuhan Menyapa Kita (2020), Buya Maarif mengajak semua orang Indonesia untuk bangga dan menghargai perjuangan rakyat Aceh. Dia menyebut orang-orang yang tidak berterima kasih pada heroisme rakyat Aceh adalah “mereka yang propenjajahan dengan mental budaknya yang notorious”. Para pemimpin di Jakarta yang memutuskan untuk menangani masalah Aceh dengan kekerasan termasuk golongan ini.

    “Daerah modal ini diperlakukan secara tidak adil tanpa mempertimbangkan pengalaman sejarahnya yang unik itu. Kita telah banyak berbuat kesalahan, khususnya Jakarta, karena gagal mengembangkan politik kearifan terhadap Aceh. Itu adalah kecerobohan fatal politik Jakarta,” tulis Buya Maarif.

    Akhirnya banyak yang terluka akibat kecerobohan itu. Bukan cuma rakyat Aceh, tetapi semua orang Indonesia yang mencintainya. Dan sebagai pembela rakyat Aceh, Buya Maarif ikut merasakan sakitnya.

    “Di antara anak bangsa yang batinnya luluh terkoyak oleh konflik Aceh, saya salah seorang dari mereka itu,” Buya Maarif mengaku.

    Setelah perdamaian Aceh terwujud pada 2005, Buya Maarif mengajak semua orang yang pernah bertikai agar meringankan diri untuk memohon serta memberikan maaf.

    “Sekarang, yang sudah biarlah berlalu, mari kita saling memaafkan untuk tidak mengulangi kesalahan serupa di masa depan,” ajak Buya Maarif.

    Buya Maarif meninggal dunia lima hari menjelang ulang tahunnya yang ke-87 (27 Mei 2022). Ia lahir pada tanggal 31 Mei 1935 di Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatra Barat. Semasa hidupnya, sebelum meninggal dunia pada 27 Mei 2022 lalu, Ahmad Syafii Maarif selalu mengutuk setiap kekerasan yang dilakukan negara terhadap rakyat Aceh, baik ketika menangani pemberontakan Darul Islam Aceh maupun GAM.

    • Tags :
    • Rakyat Aceh
    • Aceh
    • Buya Maarif
    • bagikan :

    Berita Terkait

    • Ramadhana AB
    • Mon 07, 2022

    Kisah Perjuangan Tgk CHIK DITIRO

    • Ramadhana AB
    • Mon 07, 2022

    Diplomasi Aceh - Istanbul yang Gagal

    Masuk untuk berkomentar

    Buat Akun Baru? Forgot Password?

    Kategori

    • Opini 11
    • Galeri 1
    • Storia 38
    • Lensa 7
    • Wisata 5

    sering dikunjungi

    • Latih Pelaku Usaha UMKM, Dosen Unimal Lakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kota Bireuen

      • Jul 26, 2022
    • Dibatalkan, Aturan Mudik Lokal di Aceh Wajib Punya Surat Hasil Antigen. Simak Ulasannya!

      • May 04, 2021
    • PT. ADHI KARYA, Proyek Jaringan Gas Bumi di Kota Langsa Telah Selesai Di Rampungkan

      • Jul 26, 2022

    Tag

    • Publik
    • Sekolah
    • Iptek
    • Kampus
    • Migas

    Mari Berlangganan

    Dapatkan Berita Terbaru dari Marjinal.id

    The Hidden Voice - Marjinal- Informasi, edukasi, aktivitas kaum Marjinal yang suaranya tak terdengar seputar desa, kampus, sekolah, cerita sejarah, budaya, wisata, sosok mereka yang berjasa pada komunitasnya, dan sisi kemanusian

    Berita Populer

    • Tak Lama Lagi, 6 Perusahaan Akan Eksplorasi Migas...

      • 08 Mar, 2019
    • Dibatalkan, Aturan Mudik Lokal di Aceh Wajib Punya...

      • 04 May, 2021

    Hubungi Kami

    • Jln. Mesjid No.41 Mon Geudong Kec. banda Sakti Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
    • +6282276084843
    • help@marjinal.id

    Mari Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru dari kami

    © 2026 All right reserved by marjinal.id