Sering Dikunjungi

  • Mahasiswa Teknik Informatika Bingung Mau Kerja Apa? Simak 7 Pekerjaan Lulusan Teknik Informatika Dengan Gaji Paling Besar

    • Umar Khalil
    • 26 Jul, 2022
  • HIMATIF UNIMAL BERSAMA PERMIKOMNAS WILAYAH 1 AKAN MENGOPTIMAL ARTIFICIAL INTELIGENT (AI)

    • Umar Khalil
    • 26 Jul, 2022
  • MAHASISWA KKN PPM 114 UNIVERSITAS MALIKUSSALEH IKUT SERTA MENYUKSESKAN MAULID NABI DAN MEMBUAT WEB DESA ALUE AWE

    • Umar Khalil
    • 26 Jul, 2022

Tag

  • Migas
  • Kampus
  • Iptek
  • Sekolah
  • Publik

Follow Us

  • Kontak
  • Redaksi
  • Ketentuan dan Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Tentang
Login | Daftar
  • Home
  • News
  • Edukasi
    • Iptek
    • Kampus
    • Publik
    • Sekolah
  • Sosok
  • Lintas Desa
  • Lainnya
    • Wisata
    • Lensa
    • Storia
    • Galeri
    • Opini
    • Home
    • Blog
    • Canang Aceh Terancam Punah
    News

    Canang Aceh Terancam Punah

    • zulsyarif
    • Jul 24, 2022
    • 0
    • 2 min read
    • Last Updated At : Aug 09, 2026

    ACEH UTARA – Benturan kayu dengan kayu karena pukulan ringan dari tangan renta Muhammad Isa Daud menghasilkan nada yang mampu memanjakan telinga, pria 75 tahun itu begitu menikmati harmoni dari empat bilah kayu yang di susun berjejer di atas penyangga kayu dan di tabuh dengan alat berbentuk seperti stik drum, namun ukuranya agak lebih lebar.

    “Ini namanya Canang Ceureukeh, dulu kami memainkan Canang ini,  saat menjaga sawah dari hama burung saat padi berbuah, dan setelah panen kembali di mainan untuk meluapkan kegembiraan atas rezeki yang diperoleh”. Ungkap Bapak Muhammad Isa Daud yang akrab disapa Utoh Amad, saat ditemui di kediaman beliau, Gampong Paya Teungoh Dusun Keuramat Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara.

    Utoh Amad menjelaskan, ada empat irama yang dia mainkan tadi, ia menyebutnya tingkah atau pola dalam bahasa Indonesia, masing-masing bilah memiliki nama tersendiri yang diwariskan secara turun temurun hingga sekarang. Bilah pertama di sebut aneuk (anak), bilah kedua disebut rempah, bilah ketiga Chup-chup dan bilah terakhir di sebut rempah.

    Di usianya yang telah  senja Utoh Amad masih setia melestarikan alat music tradisional Aceh ini, selain membuat Canang Ceureukeh ia juga mengajarkan cara memainkannya walaupun tak banyak yang berminat terutama kalangan generasi muda Aceh tapi paling tidak anaknya yang berusia 11 tahun sudah mewarisi kepiawaiannya  memainkan alat ini.

    Kepada marjinal.id Utoh Amad menuturkan bahwa keberadaan Canang Ceureukeuh sekarang tidak banyak tidak diketahui oleh generasi sekarang, apalagi memainkan alat musik ini.  Konflik berkepanjangan di Aceh menjadi salah satu penyebab hilangnya Canang dari panggung seni Aceh.

    “Di masa konflik para seniman dan masyarakat tak sempat berkreasi, yang dipikirkan hanya menyelamatkan diri dan keluarga, akibatnya Canang mulai hilang dari masyarakat, makanya pada event Festival Aceh Intenational Percussion tahun 2019 di Aceh Jeumpa Bireuen, banyak pengunjung yang bertanya-tanya tentang alat musik ini”. Ungkap Utoh Ahmad

    Di tambah dengan covid 19 yang membatasi gerak masyarakat khususnya seniman, keberadaan Canang Ceurekeh ini semakin terancam punah. Selain tak ada lagi pesta rakyat usai panen, tak ada juga panggung kreasi untuk menampilkan warisan budaya Canang Ceureukeh. Di tambah lagi, rendahnya minat generasi muda Aceh untuk menikmati budaya warisan indatunya karena imbas budaya pop, bisa jadi suatu saat generasi Aceh hanya mewarisi kata-kata “Gadouh peih Canang bak keude kupi” tanpa tahu seperti apa bentuk Canang yang disebutnya. [Nanda Al Bintang/25]

    • Tags :
    • Publik
    • bagikan :

    Berita Terkait

    • Umar Khalil
    • Tue 07, 2022

    Latih Pelaku Usaha UMKM, Dosen Unimal Lakukan Pengabdian Kepada Masyarakat...

    • Umar Khalil
    • Tue 07, 2022

    PT. ADHI KARYA, Proyek Jaringan Gas Bumi di Kota Langsa...

    Masuk untuk berkomentar

    Buat Akun Baru? Forgot Password?

    Kategori

    • Opini 11
    • Galeri 1
    • Storia 38
    • Lensa 7
    • Wisata 5

    sering dikunjungi

    • Latih Pelaku Usaha UMKM, Dosen Unimal Lakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kota Bireuen

      • Jul 26, 2022
    • Dibatalkan, Aturan Mudik Lokal di Aceh Wajib Punya Surat Hasil Antigen. Simak Ulasannya!

      • May 04, 2021
    • PT. ADHI KARYA, Proyek Jaringan Gas Bumi di Kota Langsa Telah Selesai Di Rampungkan

      • Jul 26, 2022

    Tag

    • Publik
    • Sekolah
    • Iptek
    • Kampus
    • Migas

    Mari Berlangganan

    Dapatkan Berita Terbaru dari Marjinal.id

    The Hidden Voice - Marjinal- Informasi, edukasi, aktivitas kaum Marjinal yang suaranya tak terdengar seputar desa, kampus, sekolah, cerita sejarah, budaya, wisata, sosok mereka yang berjasa pada komunitasnya, dan sisi kemanusian

    Berita Populer

    • Tak Lama Lagi, 6 Perusahaan Akan Eksplorasi Migas...

      • 08 Mar, 2019
    • Dibatalkan, Aturan Mudik Lokal di Aceh Wajib Punya...

      • 04 May, 2021

    Hubungi Kami

    • Jln. Mesjid No.41 Mon Geudong Kec. banda Sakti Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
    • +6282276084843
    • help@marjinal.id

    Mari Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru dari kami

    © 2026 All right reserved by marjinal.id